
KH Hamim Thohari
Pengasuh Pesantren Paqusatta
Di akte kelahiran, nama Beliau tertulis Hamim Thohari, namun nama asli pemberian orang tua adalah Muhammad Hamim Thohari. Lahir dari pasangan orang tua bernama Supriadi dan Kuniyati dari desa Brengkok, kec. Brondong, Lamongan, Jawa Timur, 8 Oktober 1968.
Beliau mengenyam pendidikan dasar di desa, lalu nyantri di Pondok Pesantren Taman Pengetahuan, Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur (1982-1987). Beliau pernah sebentar mencicipi kuliah di IAIN Sunan Ampel, Surabaya (1988-89) kemudian belajar Bahasa Arab di LIPIA, Jakarta (1989-1991). Setelah itu, 9 tahun (1991-2000) tinggal di Malaysia, kuliyah di IIUM kemudian di ISTAC.
Tahun 1993, Beliau menikah dengan seorang wanita asal Banyumas dan dikarunia 5 orang anak (4 laki-laki & 1 perempuan). Sepulang dari Malaysia, beliau tinggal 2 tahun di Sokaraja, Banyumas (2000-2002), lalu pindah ke Kab. Purbalingga dan merintis sebuah pesantren al-Qur’an sambil menjadi dai WAMY (World Assambly of Muslim Youth) dan “dai musiman” selama Ramadan di bawah Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi (2002-2010).
Selama itu Beliau berkesempatan menjalankan misi dakwah di beberapa propinsi (Aceh, Babel, NTT dan Kaltim) hingga ke mancanegara (Timor Leste, Australia dan Hongkong). Tahun 2010 Beliau berpindah ke Kota Klaten, ikut membantu (Allah yarham) Dr. Muinidinallah Bashri, M.A., sebagai Ketua Kesantrian Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Ibnu Abbas selama dua tahun.
Tahun 2013, sepulang dari Melbourn (Australia), Beliau bertekad hijrah sekeluarga ke pulau Kalimantan setelah mendapatkan tawaran dari Pengurus DKM Masjid al-Barakah, PT. PAMA PERSADA NUSANTARA sebagai Pembina Kerohanian Islam di Perusaan Tambang tersebut. Di kota inilah kemudian beliau mendirikan dan mengasuh sebuah pesantren yang dikenal dengan nama PAQUSATTA (Pesanten al-Qur’an Sangatta Taqwa).
Karya KH Hamim Thohari
Karya tulis Beliau yang banyak dikenal masyarakat adalah Qur’an TIKRAR (Hapal tanpa Menghapal) dan RUBAIYAT (Cara Mudah dan Menyenangkan Belajar Membaca al-Qur’an – Bisa Membaca al-Qur’an dalam 4 Pertemuan dengan 4 Pelajaran)